Selamat Datang di http://ubaidshakera.blogspot.com/ SaLam Pote Tolang..!.Selamat Datang di http://ubaidshakera.blogspot.com/ SaLam Pote Tolang..!. Poteh Tolang: Selayang Pandang

Ubaid Shakera

Presentasi di LSM SIDAK Yogyakarta (Sentra Data dan Informasi Untuk Anti Korupsi)

Sarasehan Nasional

Foto bersama dengan perwakilan KPK dan LSM anti korupsi dalam Acara Sarasehan Nasional BEM-J Sosiologi Agama 2012

Ekstra Kampung

Foto bersama di Dusun Tanggung Kec Panggang Kab.Gunungkidul Yogyakarta di Acara hari jadi dusun tanggung

Sahabat AnGkatan Jurusan SosioloGi AGama

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Selayang Pandang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Selayang Pandang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juli 2013

Poteh Tolang (Harga Diri adalah Harga Mati)

Selamat Datang di blog Poteh Tolang “harga diri adalah harga mati…!!!!. 
Poteh tolang adalah istilah yang diambil dari sebuah peribahasa Madura “lebih bhegus poteh tolang etembheng poteh matah” yang memiliki muatan makna yaitu lebih baik tulang kelihatan karena tergores celurit ketimbang memperlihatkan putih mata sebagai simbol rasa menanggung malu”. Peribahasa ini merupakan etos atau semangat hidup orang Madura yang menggambarkan sosok keras dan tegas dalam membela kehormatan (Harga diri). 
Selama ini orang Madura dikenal oleh sebagian masyarakat umum sebagai sosok yang memiliki karakter keras dan senang carok yaitu berkelahi dengan menggunakan senjata lokal celurit. Sehingga berkembang stigma negative yang secara implisit melahirkan rasa takut dan kudu ekstra hati-hati jika ingin berhubungan dengan orang-orang Madura. Peribahasa di atas adalah jawaban bahwa stigma tersebut tidak tepat, karakter keras orang Madura merupakan bentuk ketegasan sikap dalam memilih keputusan hidup menyangkut harga diri. 
Setidaknya ada tiga hal menyangkut harga diri bagi orang Madura yang tidak bisa di ampuni dan nyawa menjadi taruhan, yakni keluarga (ortu, istri, anak dll), harta dan tahta atau kekuasaan. Bagi orang Madura hal ketiga tersebut merupakan harga diri yang tidak dapat di ganggu dan pantang mati untuk suatu kebenaran ketimbang menyerah diri dengan menanggung rasa malu di lingkungan masyarakat.
Hal demikian adalah suatu sikap ketegasan yang harus dipilih dengan penuh keberanian demi menegakkan satu kebenaran nurani. Bangsa ini berhasil mengusir penjajah dari tanah nusantara tidak terlepaskan dari keberanian yang lahir dari jiwa-jiwa pahlawan yang berani mati demi memperjuangkan harga diri bangsa di mata dunia. Oleh sebab itu keras dan tegas adalah karakter yang seharusnya tertanam pada setiap individu bangsa demi satu tujuan. Merdeka…!! Sejak dalam pikiran. 
Salam poteh tolang….!!!!